kisah nyata ibuku
kisah nyata ibuku
ibuku lahir pada tanggal 12 juni 1979, lahir di sungai benuh perbatasan jambi-palembang. lahir dari keluarga mampu, anak dari penjual rotan yang sukses. sementara nenek ku hanya mengurus rumah tangga dan 6 anak, ibuku anak ke-6.
hari berganti hari, bulan berganti tahun. waktu itu ibuku berusia sekitar 2 tahun. musibah menimpa rumah tangga nenek ku, kakek ku tergoda perempuan lain, kapal laut yang dipake berdagang rotan sering ditumpangi seorang perempuan yang sangat cantik dan kakek ku tergoda dengan perempuan tersebut, dan menikahi nya tanpa sepengetahuan nenek ku. sementara perempuan tersebut masih berstatus menikah [mempunyai suami dan mempunyai 3 orang anak]. dan perempuan tersebut adalah tetangga nenek ku sendiri. setelah nenek ku mengetahui pernikahan itu, nenek dan anak pertamanya tidak pernah mengizinkan kakek ku menginjak kaki kerumah dan kakek ku memilih untuk pergi selamanya bersama istri barunya.
setelah ibuku berusia 12 tahun terdengar kabar kakek ku tinggal dibengkulu menjadi pengusaha yang sukses, dan ketiga anak dari istri mudanya berhasil semua. ada yang jadi guru, dokter, jaksa sementara ibuku dan 6 bersaudara tidak ada yang sekolah tinggi [karna tidak mampu].
setelah terdengar kabar tempat tinggal kakek ku, ibuku dan kakaknya nekat datang kesana [bengkulu]. dan ibuku menginap dirumah paman nya, dan esok harinya paman ibuku memberitahu ke kakek ku kalau ada anaknya datang. sungguh tidak disangka kakek ku menyambutnya dengan dingin, dan ibuku dan kakaknya pulang ke-jambi dengan rasa kecewa.
setelah beberapa lama dari kejadian tersebut, ibuku menikah dengan seorang pria yang tinggal di-nipah panjang. menikah sekitar usia 17/18 tahun, akhir nya ibuku menikah tanpa kehadiran kakek ku. beberapa lama ia menikah dengan pria tersebut, ibuku mengandung seorang anak pertama dari pria tersebut, sekian lama ibuku mengandung anak dari pria tersebut akhirnya ibuku melahirkan [ican] seorang bayi laki laki dari suaminya. setelah anak laki laki nya berusia sekitar 2 ibuku mengandung lagi anak keduanya, setelah beberapa lama ibuku mengandung anak keduanya akhirnya ibuku melahirkan [irfan] anak keduanya tersebut. saking susahnya melahirkan anak keduanya tersebut ibuku dan suami nya hampir cerai gara gara susah melahirkan anak keduanya sehingga ibuku hampir meninggal. setelah anak kedua nya berusia 2 tahun ibuku mengandung anak ketiga dari suaminya tersebut, setelah anak ketiga nya lahir [dea] tidak lama ibuku cerai dengan suaminya tersebut. dan akhirnya mantan suami ibuku tersebut menikah lagi dengan seorang perempuan.
setelah beberapa lama dari kejadian tersebut, akhirmya ibuku menikah dengan ayah ku. tetapi ibuku adalah istri muda dari ayahku, bebarapa lama ibuku menikah dengan ayah ku akhirnya ibuku mengandung ku, sekian lama ibuku mengandung diriku akhirnya ibuku melahirkan ku dengan mudah. saat itu ibuku dan ayahku mengira aku adalah anak terakhir nya, tidak disangaka ibuku mengandung lagi. mengandung seorang adik laki laki. sekian lama ibuku mengandung adik ku akhirnya ibuku melahirkan adik ku [julian], aku dan adik ku beda 20 bulan saja.
setelah beberapa lama menjalankan rumah tangga ini, kita baik baik saja tetapi ayah ku bersikap kasar kepada kami [main tangan dan berbicara kasar], tetapi ayah ku adalah pahlawan ku. selama itu ibuku bekerja menjadi penjualan baju yang sukses, sedangkan ayah bekerja apa yang bisa dikerjakan olehnya. 2011 aku mulai sekolah di sd 73, sedangkan adik ku sekolah tk di dekat rumah, tiap pagi aku diantar oleh ayah ku berangkat sekolah sekalian antar adik ku sekolah, adik ku sekolah ditungguin dengan ibu sedangkan aku tidak dikarenakan ayahku kerja, sepulang ayahku kerja ayahku langsung menjemput ku pulang sekolah. ayahku tipe orang yang selalu memanjakan anak anaknya, mau dia lagi sakit selagi dia bisa dia usahakan.
saat aku usia 9 tahun, aku ibuku dan adik ku pergi meninggal kan ayahku dikarenakan sikap ayah ku kasar. ibuku membawa ku dan adik ku ke-jakarta tanpa sepengetahuan ayahku, sungguh sedih nya meninggal seorang ayah. sampai di-jakarta kita tinggal dirumah paman, sekitar beberapa bulan. tidak lama ibuku membuka warung sendiri, saat itu aku belum menemukan sekolah, akhirnya aku tinggal dirumah tanteku membantunya jaga warung. sekian lama ibuku mencarikan aku sekolah akhirnya ibuku menemukannya didekat rumah ibuku, aku melanjutkan sekolah di sds al-barra bersama adikku.
Comments
Post a Comment